10 Fakta Menarik Tentang Gempa Bumi

January 16, 2015

Di antara semua bencana alam, gempa bumi muncul sebagai bencana yang paling tidak dapat diprediksi dan yang paling merusak. Kerusakan akibat gempa bumi telah membuatnya ditakuti sejak jaman dahulu. Karena tidak ada bukti secara ilmiah yang dapat memprediksi gempa bumi (setidaknya, belum), satu-satunya pelajaran yang kita pelajari dari gempa bumi masa lalu adalah bahwa mitigasi lebih dapat diandalkan dibandingkan ramalan. Sangat penting diketahui bahwa, daripada teknik atau praktik yang didasarkan mitos (misalnya berdiri di pintu saat terjadi gempa bumi) kita adopsi, lebih baik kita mendidik diri sendiri tentang pentingnya rekayasa gempa sebagai cara terbaik untuk meminimalkan kerusakan dan menyelamatkan ribuan nyawa

10. Sinar Gempa Bumi

Selama berabad-abad, para saksi mata telah melaporkan melihat sinar misterius muncul di langit saat sebelum atau selama gempa bumi besar. Sinar digambarkan mengeluarkan warna yang berubah-rubah mulai dari kilatan cahaya yang sangat terang, biru api dan pelangi yang samar yang muncul dari tanah dan kadang-kadang meregang hingga 200 meter. Sebelum tahun 1960-an, ahli geologi membantah laporan ini sebagai halusinasi semata, karena tidak ada foto atau rekaman video yang mendukung. Namun, hal ini berubah pada pertengahan 1960-an, ketika serangkaian gempa bumi melanda Nagano, Jepang, memberikan ahli geologi suatu peluang bagus untuk mendokumentasikan dan akhirnya mengakui fenomena tersebut.

Beberapa teori telah diusulkan untuk menjelaskan bagaimana rupa sinar gempa ini. Salah satunya termasuk gangguan medan magnet bumi dengan efek piezoelektrik, yang disebabkan oleh batuan kuarsa di wilayah tekanan tektonik. Namun, karena tidak setiap gempa bumi besar didahului oleh petir, teori ini belum diselidiki.

9. Pencairan Tanah

gempa bumi

Banyak dari kita telah mengetahui apa yang dinamakan pasir hisap (quicksand), yang telah dikenal lewat film-film karena kemampuannya untuk ‘menelan’ manusia. Pada kenyataannya, pasir hisap tidak menakutkan seperti yang kita pikirkan ketika masih kanak-kanak. Namun, bentuk lain dari pasir hisap, yang disebut pencairan tanah, seharusnya menjadi ketakutan kita.

Selain tsunami dan tanah longsor, pencairan tanah adalah efek buruk dari gempa bumi. Fenomena ini terjadi ketika tanah yang memiliki kandungan air tinggi, dikenakan tremor gempa yang sangat kuat, menyebabkan tanah kehilangan kekuatannya. Akibatnya, objek apapun yang mengandalkan tanah untuk menopang (misalnya bangunan, jalan, atau kendaraan) akan tenggelam atau terperosok masuk ke dalam tanah. Skenario ini mengacu pada tahun 1964, ketika kombinasi gempa dan lapisan tanah yang buruk memicu pencairan yang menghancurkan atau merusak 16.534 rumah di kota Niigata, Jepang. Pencairan tanah juga menjadi dalang atas kerusakan kolosal untuk jalan, mobil, dan struktur lainnya yang terjadi selama gempa Christchurch – Selandia Baru 2011.

8. Badai Gempa

gempa bumi

Melihat bangunan runtuh, mayat, dan warga yang trauma mungkin tampak seperti akhir dari teror gempa bumi. Sayangnya itu tidak selalu terjadi, menurut teori badai gempa. Diciptakan oleh Stanford profesor Amos Nur setelah mempelajari beberapa gempa bumi kuno dan modern yang diyakininya berhubungan, teori menunjukkan bahwa gempa tunggal dapat memicu serangkaian gempa besar lainnya di sepanjang batas lempeng tektonik yang sama. Gempa berikutnya mungkin berselang waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun di tempat terpisah.

Teori Nur didukung oleh serangkaian gempa bumi besar yang terjadi di sepanjang Patahan Anatolia Utara di Turki antara tahun 1939 dan 1999. Dari 13 gempa besar yang melanda daerah tersebut, tujuh terjadi secara sistematis. Setiap gempa berturut-turut terjadi di segmen patahan segera setelah gempa sebelumnya. Nur menghubungkan penyebab badai gempa dengan pengalihan tekanan yang terjadi setelah setiap gempa.

7. Reelfoot Lake

gempa bumi

Anda mungkin berpikir bahwa gempa bumi tidak membawa apa-apa kecuali kematian dan kehancuran, tapi itu tidak sepenuhnya benar. The Reelfoot Lake di Tennessee adalah contoh yang baik dari efek positif gempa bumi. Danau itu dibuat selama gempa bumi New Madrid yang terjadi di Mississippi Valley antara 1811 dan 1812. Ketika salah satu dari gempa ini melanda wilayah tersebut, beberapa saksi mata melaporkan melihat Sungai Mississippi mengalir ke belakang selama beberapa jam. Fenomena ini disebabkan oleh “tsunami fluvial” yang terjadi di sungai.

Gempa juga menyebabkan terjadi penurunan area sebesar 1,5-5,9 meter ke dalam, yang menarik air sungai dan membentuk danau. Selama bertahun-tahun, danau baru telah berubah menjadi habitat alami bagi berbagai spesies hewan dan tumbuhan. Pada hari ini, Reelfoot Lake adalah lokasi yang populer untuk kegiatan berperahu, berburu, dan memancing.

6. Gempa Es

gempa bumi

Gempa es (juga disebut gempa embun beku atau cryoseisms) terjadi ketika kelembaban yang terperangkap di bawah tanah tiba-tiba membeku dan mengembang. Peristiwa ini memunculkan pemuaian secara mendadak dan tercipta tekanan, yang kemudian dilepaskan, menyebabkan tanah retak dan suara menggelegar keras. Gempa es dilaporkan terjadi di Kanada dan Amerika Serikat timur laut, di mana mereka sering keliru menafsirkan sebagai gempa bumi.

Fenomena langka ini dapat terjadi ketika suhu dengan cepat turun ke bawah nol. Mungkin disertai dengan tremor yang sama, tapi tidak seperti gempa bumi, efek dari cryoseism terlokalisasi, karena getaran yang mereka ciptakan tidak melakukan perjalanan yang jauh. Dalam beberapa kasus, orang yang berada beberapa ratus meter dari pusat gempa tidak mendengar atau melihat sesuatu.

Karena kelangkaannya, tidak banyak data ilmiah tentang cryoseisms. Sebagian besar informasi yang kita miliki berdasarkan laporan berita dan laporan saksi. Sehingga hal ini diyakini, bahwa cryoseisms umumnya tidak berbahaya, terkecuali suaranya yang mengerikan yang dapat membangunkan seluruh kota di malam hari.

5. Kota yang Bergeser

gempa bumi

Chile dikenal sebagai tempat dari beberapa gempa bumi terbesar di dunia. Hal ini dikarenakan negara tersebut dekat dengan area yang disebut Ring of Fire, di mana dua lempeng tektonik bumi mendorong satu sama lain.

Pada tahun 2010, salah satu gempa diberi label oleh komunitas sains sebagai salah satu gempa bumi paling penting yang pernah dipelajari. Pujian ini, tentu saja, bukan untuk mengesampingkan kehidupan dari 523 orang serta 1,5 juta orang yang kehilangan tempat tinggal. Ini dimaksudkan untuk kekuatan gempa yang mampu menggeser seluruh kota Concepcion sejauh 3 meter ke barat.

Concepcion bukan satu-satunya kota yang dipindahkan akibat gempa. Kota-kota lain yang terkena dampak termasuk ibukota Chile, Santiago, yang bergeser sekitar 28 cm, dan Buenos Aires, yang berhasil dipindahkan sejauh hampir 4 cm meskipun berjarak 1.300 kilometer jauhnya dari pusat gempa. Perubahan ini diamati oleh tim dari empat universitas AS, yang membandingkan pengukuran GBS di daerah tersebut sebelum dan setelah gempa 8,8 skala Richter.

4. Gempa Matahari

gempa bumi

Gempa ternyata tidak khusus terjadi di planet kita. Menurut para ilmuwan, bahkan gelombang seismik yang terjadi di Matahari mirip dengan yang dihasilkan oleh gempa di Bumi. Fenomena, yang disebut sebagai gempa Matahari ini, pertama kali diamati pada tanggal 9 Juli 1996, ketika suar api matahari menghasilkan gempa yang berkekuatan setara 40.000 kali energi yang dilepaskan oleh gempa yang menghancurkan San Francisco tahun 1906.

Gempa matahari, yang memiliki kekuatan 11,3 skala Richter, menghasilkan gelombang yang menyerupai riak air saat mereka menyebar. Namun, tidak seperti riak air yang bergerak pada kecepatan konstan, gelombang dari gempa matahari mengalami percepatan dari kecepatan awal 35.000 kilometer per jam ke 400.000 km/jam sebelum memudar dalam latar belakang fotosfer Matahari. Menurut Dr Craig DeForest, seorang peneliti NASA dan ESA, energi yang dilepaskan setara dengan menutupi bumi dengan dinamit dan meledakkan mereka semua sekaligus.

3. Gempa Bumi Disebabkan oleh Manusia

gempa bumi

Pengaruh kita terhadap Bumi tidak terbatas pada udara, darat, dan laut. Ini meluas jauh ke bawah kerak bumi, di mana itu adalah area paling rentan. Seperti kita ketahui, gempa secara alami disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik bumi, tetapi aktivitas manusia juga dapat menghasilkan gempa bumi dengan berbagai dampak seismik.

Salah satu penyebab utama dari gempa yang tidak alami adalah injeksi cairan, seperti minyak atau air, jauh ke dalam tanah untuk keperluan industri atau lingkungan. Cairan meningkatkan tekanan pori tanah, yang dapat melemahkan daerah di dekatnya. Setelah tekanan pori mencapai ambang batas, maka kemudian tanah akan melepaskan tekanan tektonik dalam bentuk gempa bumi.

Penyebab lain dari gempa bumi tidak wajar adalah ekstraksi air tanah, yang bertanggung jawab terhadap gempa bumi Lorca tahun 2011, menurut para ilmuwan. Gempa ini merupakan akibat dari air yang disedot dari tanah untuk memasok kota. Hilangnya air dalam jumlah besar menyebabkan perubahan tekanan dalam kerak bumi, yang akhirnya menyebabkan gempa.

2. Pulau Gempa

gempa bumi

Pada pagi hari tanggal 24 September 2013, sebuah gempa berkekuatan 7.7 skala Richter mengguncang Balochistan, Pakistan. Hal ini diikuti segera oleh penampilan baru sebuah pulau 2 kilometer di lepas pantai kota Gwadar. Pulau, yang diberi nama Zalzala Jazeera (“Pulau Gempa”), dianggap sebagai gunung lumpur.

Meskipun mencuri perhatian masyarakat lokal hingga internasional, namun pemunculan pulau itu bukan kejutan bagi beberapa orang. Penduduk yang berusia tua di kota pesisir tersebut teringat melihat sebuah pulau yang muncul di tempat yang sama setelah gempa yang mengejutkan pantai itu pada tahun 1968.

Berukuran tinggi 18 meter dan panjang lebih dari 175 meter, Zalzala Jazeera telah menjadi atraksi wisata yang populer di wilayah ini. Namun, kelihatannya ini tidak berlangsung lama, karena gambar yang diambil oleh satelit NASA telah menunjukkan bahwa pulau ini telah mulai menghilang kembali ke laut.

1. Efek Gempa Bumi pada Hari

gempa bumi

Selain menggeser kota, mencairkan tanah, dan menciptakan tsunami besar, gempa bumi juga mampu mempercepat rotasi planet kita. Ini adalah apa yang para ilmuwan NASA amati pasca gempa berkekuatan 8,9 skala Richter yang melanda pantai Jepang pada tahun 2011. Analisis mereka mengungkapkan bahwa gempa kuat telah mempercepat putaran bumi, memperpendek hari sebesar 1,8 mikrodetik. Percepatan ini disebabkan oleh pergeseran distribusi massa planet, karena lebih banyak massa bergerak menuju khatulistiwa.

Ini bukan satu-satunya gempa yang berakibat pada waktu seperti dilaporkan. Hal yang sama terjadi pada gempa bumi yang melanda pulau Sumatera Utara tahun 2004, yang mempersingkat waktu rotasi bumi sebanyak 6,8 per sejuta detik. Ini terjadi lagi di Chili tahun 2010, yang mempercepat rotasi bumi sebesar 1,26 per sejuta detik. Meskipun perubahan mungkin tampak cukup kecil, dampak dari setiap gempa dengan kekuatan dan dampak yang mirip dalam sejarah jika digabungkan bisa menjadi signifikan.

Comments

comments

 

 

Previous post:

Next post: