10 Gambaran Neraka Paling Menarik dari Seluruh Dunia

December 1, 2013

Hampir setiap kebudayaan atau agama di dunia ini menggambarkan adanya semacam dunia bawah tanah atau neraka. Deskripsi ini seringkali menunjukkan cara-cara yang tidak biasa dalam menangani orang-orang berdosa dan bahkan bagaimana dosa didefinisikan.

Berikut ini adalah beberapa kepercayaan yang unik tentang neraka dari berbagai budaya dan agama.

10. Niflheim

gambaran neraka

Niflheim adalah bentuk yang agak aneh dari neraka, ditemukan di Norse dan budaya Jerman. Bukannya berupa lubang berapi-api, namun itu adalah sebuah tempat yang beku, diperintah oleh Hel dan terletak di sebelah the Shore of Corpses, di mana Nidhogg berada. Nidhogg, tentu saja, seekor ular raksasa yang memakan orang-orang mati.
Dari sembilan dunia dalam mitologi Norse, Niflheim dikatakan terdalam dan tergelap dari mereka semua, dan mitos mengklaim bahwa bumi diciptakan ketika dunia es Niflheim dan api dari Muspelheim dikombinasikan. Dunia ini adalah rumah bagi orang-orang fasik dan juga berfungsi sebagai jangkar untuk Yggdrasill -Pohon Dunia yang mengangkat alam semesta. Hel, yang adalah putri Loki, menjadi nyonya kematian setelah diusir dari Asgard. Jiwa-jiwa dibawa ke Niflheim oleh utusan Hel, Hermodr dan disimpan selalu dalam kesakitan.

9. Tuonela

gambaran neraka

Orang-orang Kristen Finlandia percaya bahwa jiwa orang mati tiba di tepi sungai Tuoni, dan dibawa ke Tuonela oleh pelayan kematian, Tytti. Tidak seperti kebanyakan neraka lain di daftar ini, di Tuonela jiwa-jiwa melanjutkan kehidupan suram layaknya di Bumi. Mereka yang menyadari diri mereka akan menuju Tuonela harus membawa barang-barang untuk bertahan hidup. Bahkan memungkinkan pengunjung yang ingin datang dan melihat keluarga almarhum mereka, meskipun perjalanan itu berbahaya dan sering mematikan. Berbahaya terutama sungai Tuoni itu sendiri, yang penuh dengan ular berbisa. Tidak ada hukuman nyata yang dilakukan di Tuonela, kecuali jika anda menganggap bahwa hidup abadi adalah bentuk realitas hukuman.

8. The House of Lies (Zoroastrianism)

gambaran neraka

Menurut kepercayaan Zoroaster, hal pertama yang ditemui oleh jiwa-jiwa setelah kematian adalah Jembatan Chinavat, yang memisahkan dunia orang hidup dan mati. Jembatan ini lebih tipis dari rambut, namun lebih tajam dari pisau, dan dijaga oleh dua anjing bermata empat. Jiwa tersebut kemudian dinilai berdasarkan perbuatan mereka dalam hidup. Jika beban perbuatan buruk lebih berat dibanding perbuatan baik, maka jembatan akan berubah pada sisinya, membuang jiwa ke dalam lubang neraka penuh setan. Versi lain dari neraka menurut Zoroaster, Iblis Vizarest akan muncul dari lubang dan menyeret jiwa-jiwa jahat ke dalam The House of Lies (Rumah Kebohongan).

The House of Lies sendiri digambarkan sebagai tempat kotoran menjijikkan, di mana orang diberi makan makanan yang sudah membusuk dan terus menerus disiksa karena perbuatan mereka. Setan-setan dalam The House of Lies berjumlah ratusan, dengan masing-masing mewakili dosa tertentu. Misalnya, Apaosha adalah setan kekeringan dan haus, sementara Zairika adalah setan yang membuat racun. Deskripsi dari The House of Lies bervariasi tergantung pada terjemahan teks-teks Zoroaster kuno, namun elemen-elemen yang telah dijelaskan di atas masuk untuk semua deskripsi .

7. Duat (Egypt)

neraka

Teks Coffin Mesir Kuno menggambarkan versi akhirat yang dikenal sebagai Duat, diperintah oleh Osiris, dewa orang mati. Kitab Dua Cara (The Book of Two Ways) berisi peta yang menggambarkan perjalanan yang harus ditempuh melewati Duat. Kitab ini menggambarkan pemandangan mirip dengan Bumi, tetapi juga mengandung unsur mistis seperti lautan api dan dinding besi. Ketika mendekati Duat, jiwa-jiwa harus melewati gerbang yang dijaga oleh makhluk setengah hewan setengah manusia dengan julukan yang mengerikan seperti “Peminum Darah yang Datang Dari The Slaughterhouse” atau “Dia yang Menyantap Kotoran Dari Bagian Belakang Tubuhnya.” Setelah melewati gerbang, jantung orang yang meninggal ditimbang terhadap bulu. Jika jantung lebih berat dari bulu, maka itu akan dimakan oleh setan Ammut. Jiwa-jiwa orang fasik kemudian dikutuk untuk menghadapi pengadilan di Duat. Banyak diantaranya dipaksa untuk berjalan terbalik atau menerima hukuman dari ular dan setan.

6. Gehenna

neraka

Nama “Gehenna” awalnya merujuk ke suatu lembah di luar Yerusalem di mana para pengikut dewa Moloch mengorbankan anak-anak dalam api yang besar. Ini kemudian merujuk pada penafsiran Ibrani tentang neraka, di mana orang-orang jahat dikirim untuk membayar dosa-dosa mereka. Penggambaran Gehenna sebagai neraka adalah yang paling mendekati neraka versi Kristen dibanding deskripsi lain dalam daftar ini. Gehenna digambarkan sebagai tempat yang dalam dan terpencil di mana api terus membakar dan menghujani dari langit. Panas yang dilepaskan oleh api ini 60 kali lebih panas dibanding api yang ditemukan di Bumi. Gas belerang berbahaya berkeliaran di udara dan sungai berisi logam panas cair mengalir bebas.

5. Tartaros

gambaran neraka

Ditemukan dalam mitologi Yunani dan Romawi, Tartaros digambarkan sebagai penjara hitam pekat penuh penyiksaan dan penderitaan. Meskipun kebanyakan percaya bahwa Hades adalah neraka, itu sebenarnya hanya sebuah tempat untuk semua orang mati, dimana Tartaros adalah tempat yang lebih dalam dari Hades dan hanya diperuntukkan bagi orang-orang berdosa. Orang-orang dikirim ke Tartaros setelah Rhadamanthus menghakimi dan memutuskan hukuman mereka.

Dalam mitologi Romawi, Tartaros dikelilingi oleh tiga dinding dan sungai Phlegethon yang berapi-api. Tempat ini dijaga oleh rakasa berkepala sembilan yang dikenal sebagai hydra, bersama-sama dengan Tisiphone, yang mengawasi keseluruhan sambil terus mencambuk orang dari posisinya. Di bagian bawah dari Tartarus adalah Titans, musuh para dewa yang dikalahkan dan dipenjarakan.

Demikian pula dalam mitologi Yunani, Tartarus digambarkan sebagai tempat yang awalnya adalah penjara bagi mereka yang membahayakan para dewa, tetapi kemudian mulai berfungsi sebagai neraka bagi semua orang berdosa. Jiwa jahat dihukum dengan cara yang tepat untuk dosa-dosa mereka. Misalnya, Tantalus dibuang ke Tartarus setelah memotong anaknya dan mempersembahkannya untuk para dewa sebagai makanan. Ia dihukum menderita lapar dan haus, sambil berdiri di genangan air yang tidak bisa diminum, dan buah-buahan yang tidak bisa dia makan .

4. Dante’s Hell

gambaran neraka

Banyak gambaran populer dari neraka versi Kristen dapat ditelusuri kembali lewat penyair Renaissance, Dante Alighieri. Salah satu pertunjukkan religinya menggambarkan perjalanan alegoris melalui surga, api penyucian, dan neraka. Inferno dimulai dengan tingkat bawah di mana orang dihukum karena tidak melakukan apa-apa dalam hidup dan mementingkan diri sendiri. Mereka dihukum di alam ini dengan dikejar oleh kawanan serangga dan terinfeksi oleh belatung. Sebuah sungai yang dikenal sebagai Acheron mengelilingi sembilan lingkaran dari neraka. Lingkaran pertama adalah tempat yang cukup menyenangkan yang disebut Limbo, yang merupakan rumah bagi jiwa yang tidak melakukan dosa.

Tingkat yang tersisa mewakili masing-masing tujuh dosa besar. Dalam lingkaran kedua, nafsu dihukum dengan ditiup tanpa tujuan oleh angin kencang. Lingkaran ketiga adalah rumah bagi para rakus dan pecandu, yang berisi lendir menjijikkan. Lingkaran keempat berisi dua kelompok orang-orang berdosa, orang-orang yang menimbun uang dan orang-orang yang membuang uang, yang harus terus-menerus berperang satu sama lain. Mereka yang melakukan dosa kemarahan tetap dalam lingkaran kelima, di mana mereka saling bertarung di sungai Styx, dan tidak pernah merasakan kebahagiaan lagi. Di lingkaran keenam, orang murtad terkunci dalam makam yang terbakar.

Lingkaran ketujuh dibagi menjadi beberapa bagian yaitu kekerasan terhadap orang lain, bunuh diri, dan pengrusakan terhadap alam. Lingkaran kedelapan disediakan untuk penipuan dan dibagi menjadi beberapa tingkatan di mana orang-orang berdosa mendapatkan kepala mereka diputar kebelakang dan dicambuk oleh setan, terendam dalam kotoran, dibakar pada telapak kaki, ditempatkan di sebuah danau mendidih, digigit ular, dipotong-potong, dan terkena penyakit. Yang terakhir dari lingkaran adalah rumah bagi mereka yang melakukan pengkhianatan dan dihukum dengan rasa dingin yang ekstrim. Di tengah-tengah neraka, Setan ditemukan sedang mengunyah pada Cassius, Brutus, dan Yudas.

3. Naraka

gambaran neraka

Naraka atau Niraya adalah konsep neraka bagi kepercayaan Hindu, Sikh, Jain, dan Buddha. Meskipun deskripsi yang tepat dari Naraka berbeda antar agama tersebut, secara umum itu adalah tempat hukuman berdasarkan karma dari jiwa seseorang. Naraka hanya tujuan sementara dan setelah orang-orang berdosa membayar harga untuk karma mereka, mereka akan terlahir kembali.

Naraka dipercaya dibagi menjadi beberapa tingkatan tergantung pada dosa-dosa yang dilakukan selama hidup. Jumlah tingkat di Naraka bervariasi mulai dari empat sampai lebih dari 1.000 tingkat tergantung kepercayaan masing-masing. Misalnya, Maharaurava adalah tempat bagi mereka yang memperoleh keuntungan dengan mengorbankan orang lain. Dalam Maharaurava, orang berdosa mendapatkan dagingnya dimakan oleh ular setan yang dikenal sebagai Ruru. Alam Kumbhipaka adalah rumah bagi orang-orang berdosa yang memasak burung dan binatang. Mereka dihukum dengan direbus dalam minyak panas dengan lama waktu yang sama dengan bulu/rambut pada hewan yang mereka bunuh.

Dalam kebudayaan Hindu dan Jain, Naraka dipercaya dikuasai oleh Yama Loka, Dewa Kehakiman. Setelah seseorang meninggal, tindakan mereka sepanjang hidup diperiksa oleh asisten Loka dan mereka baik dikirim ke svarga (surga) atau Naraka. Tidak seperti Hindu atau Jainisme, para penganut Buddha percaya bahwa semua jiwa dikirim ke Naraka untuk dibersihkan dari dosa-dosa mereka, dan tidak ada penguasa yang memeriksa tindakan orang-orang dalam kehidupan. Terlepas dari kepercayaan berbagai macam budaya, diyakini bahwa jiwa dapat tetap berada di Naraka selama miliaran tahun sampai karma mereka dipulihkan dan jiwa mereka mungkin terlahir kembali.

2. Diyu

neraka

Diyu adalah versi neraka dalam budaya tradisional Cina, dan sekilas mirip Naraka. Terdiri dari beberapa tingkatan. Setiap tingkat diawasi oleh hakim dan hukuman dilakukan berdasarkan tindakan mereka selama hidup. Budaya Cina percaya Yama Loki dari Naraka diminta untuk mengawasi Diyu, yang kemudian memadatkan 96.816 neraka menjadi 10 bagian dimana para pendosa akan melewatinya sebelum bereinkarnasi. Selama Dinasti Tang, deskripsi ini berubah menjadi 134 neraka, dengan 18 tingkat rasa sakit dan penyiksaan.

Deskripsi yang paling umum dari tingkatan tersebut meliputi Ruang Penyobek Lidah, Ruang Pengguntingan, Ruang Sikat Besi, Ruang Kaca, Ruang Pemanas, Hutan Tembaga, Gunung Pisau, Lembah Es, Ketel Minyak Mendidih, Kolam Darah, Kota Bunuh Diri, Ruang Pemotongan, Gunung Api, Tempat Penggilingan Batu dan Ruang Penggergajian.
Tingkat terburuk dari neraka ini dikenal sebagai Avici, yang disediakan untuk orang-orang berdosa yang terburuk. Avici tidak seperti tingkat lain dalam Diyu karena jiwa-jiwa yang berakhir di sini tetap berada di tempat ini selamanya dengan tidak ada harapan lagi untuk dilahirkan kembali.

1. Xibalba

gambaran neraka

Xibalba adalah neraka versi Maya dan diperkirakan benar-benar ada secara fisik pada sebuah sistem gua dekat Belize. Dikatakan sebagai tempat rasa sakit, di mana raja-raja akhirat datang dengan berbagai bentuk penyiksaan aneh terhadap jiwa-jiwa yang tidak beruntung. Raja-raja tersebut dikatakan bekerja bersama-sama untuk menghukum pengunjung Xibalba. Ahalpuh dan Ahalgana menyebabkan nanah menyembur dari tubuh manusia. Chamiabac dan Chamiaholom menyebabkan mayat-mayat membusuk menjadi kerangka. Ahalmez dan Ahaltocob menyebabkan orang-orang terkena bencana mematikan di rumah mereka. Xic dan Patan membawa kematian kepada orang-orang di jalan, baik dengan menyebabkan mereka muntah darah, atau meremas mereka sampai darah mengisi tenggorokan mereka.

Jiwa-jiwa dipaksa untuk menyelesaikan jalan yang sulit dan hina hanya untuk mencapai Xibalba. Perjalanan mereka dimulai dengan menyeberangi beberapa sungai yang penuh dengan darah, kalajengking, dan nanah. Kemudian jalur terbagi menjadi empat jalan yang dirancang untuk menghibur para raja dengan mempermalukan dan membingungkan pengunjung. Pengunjung selanjutnya diuji dengan dikirim ke salah satu dari enam rumah yang mematikan yaitu The Dark House, Jaguar House, Razor House, Hot House, dan Bat House. Rumah terakhir, yang dikenal sebagai Cold House, diisi dengan hujan es dan suhu beku.

Comments

comments

 

 

Previous post:

Next post: