10 Kedai Kopi Terkeren di Dunia

February 8, 2014

1. Cat Café

kedai kopi

Konsumen yang ingin mencoba menikmati kopi dan croissants di kedai kopi terbaru di Paris sekarang bisa menikmatinya dengan ditemani selusin kucing.

‘Café des Chats’ di pusat distrik Marais merupakan tempat tinggal bagi lusinan kucing yang berjalan-jalan diantara meja atau berbaring di kursi saat pengunjung masuk ke kedai tersebut.

Kedai kopi ini menargetkan penduduk Paris yang tidak bisa memelihara binatang di apartemen mereka. Meskipun gagasan ini terkesan nyentrik, manajer café Margaux Gandelon berkata bahwa manfaat kesehatan potensial yang diperoleh dari kucing sungguh nyata.

Kedua belas kucing yang tinggal di kedai kopi tersebut merupakan kucing-kucing yang diadopsi dari pusat penampungan hewan. Gandelon mengklaim bahwa prioritas utamanya adalah kebersihan dan kesejahteraan dari kucing-kucing tersebut – dimana mereka telah melalui serangkaian proses untuk menentukan kemampuan mereka dalam bersosialisasi.

2. Hammock Café

kedai kopi

Siapa yang membutuhkan tempat duduk jika anda bisa bersantai dan menikmati secangkir kopi di sebuah tempat tidur gantung (hammock)? Mungkin gagasan itulah yang muncul di kepala Mahika Mano – atau jika diterjemahkan menjadi Hammock Café and Gallery – sebuah tempat popular di Tokyo yang memungkinkan pengunjungnya untuk menikmati makan malam, penikmat kopi, dan peminum untuk menikmati waktu mereka sambil bergantungan.

Terletak di distrik Kichijoji , Tokyo, distrik yang terkenal karena suasana santainya, Mahika Mano terletak tepat di distrik tersebut dengan tempat tidur gantung bergantungan dari atap, mengundang orang yang lalu lalang untuk duduk dan menikmati minuman yang nikmat. Segera setelah anda masuk ke dalam, hal pertama yang anda lihat adalah kedai kopi ini tidak memiliki tempat duduk, namun setelah anda merebahkan diri di salah satu tempat tidur gantung tersebut, tidak akan ada yang mengira bahwa tempat tidur gantung sangatlah nyaman dan mengapa harus menggunakan kursi. Namun jangan sampai anda terlalu nyaman, karena kedai kopi ini telah menerapkan batas waktu antara 90 hingga 120 menit sehingga semua orang bisa memiliki kesempatan untuk menikmati suasana kedai ini. Namun keputusan untuk menerapkan kebijakan ini atau tidak bergantung kepada jumlah tamu yang ada.

3. Goat Café

kedai kopi

Apakah menurut anda cat café cukup aneh? Ternyata ada seekor binatang baru yang menempati hati sebagian penduduk kota Jepang, dan binatang tersebut sangat erat hubungannya dengan gembala.

Sakuragaoka Café di distrik Shibuya yang sangat padat di Tokyo mengijinkan konsumen untuk menghabiskan waktu dengan dua ekor kambing yang sangat special. Menurut Reuters, Rena Kawaguchi membeli kedua ekor binatang tersebut tiga tahun yang lalu. “Pada saat itu kedai kopi bertemakan binatang sedang menjadi tren, banyak tempat dimana anda bisa bermain dengan kucing atau anjing,” katanya kepada jaringan berita tersebut. “Namun kami berpikir bahwa binatang umum seperti anjing atau kucing mungkin tidak akan memiliki factor wow seperti seekor kambing.” Namun, orang-orang mulai berdatangan ke kedai kopi baru miliknya setelah Kawaguchi mulai mengajak kedua ekor kambing miliknya, Sakura dan Chocolat, berjalan-jalan seputar Tokyo.

Merawat kambing tidaklah semudah merawat binatang seperti anjing atau kucing yang menjadi binatang peliharaan favorit penduduk Tokyo. Kambing-kambing tersebut diberi pil berisi protein khusus agar kotoran mereka tidak menimbulkan bau yang tidak sedap. Namun, kotoran binatang tidak menghentikan niat konsumen untuk mengunjungi kedai ini. “Jika anda tinggal di kota seperti saya, tempat-tempat dimana anda bisa melihat binatang sangatlah jauh dan anda jarang memiliki waktu untuk mengunjunginya,” menurut Kotaro Nakazato, mahasiswa berusia 21 tahun. “Tempat dengan lokasi yang dekat seperti ini memungkinkan kami untuk berinteraksi dengan alam.”

Karena kesuksesan kedai kopi ini, Kawaguchi berpikir untuk memperluas usahanya.

4. Earthquake Café

kedai kopi

Jika gempa dengan skala 7.8 terjadi saat makan siang, kebanyakan dari kita akan melupakan makanan dan segera menyelamatkan diri, namun di Disaster Café di Lloret de Mar, Spanyol, gempa terjadi setiap saat; yang bisa anda lakukan adalah tetap menjaga keseimbangan anda dan berharap minuman anda tidak tumpah.

Umumnya, gempa adalah sesuatu yang menakutkan bagi orang-orang, namun di Disaster Café konsumen mengeluarkan uang untuk mengalami simulasi gempa sebesar 7.8 sambil menikmati makanan.

Dari luar, Disaster Café terlihat seperti kedai kopi pada umumnya dan tidak menunjukkan tanda-tanda yang akan terjadi di dalam. Sensasi gempa ini terjadi di bawah tanah. Sebuah lift akan membawa konsumen ke kedalaman bumi, dimana mereka akan duduk pada sebuah rumah makan yang menyerupai gua. Hal unik pertama yang akan anda lihat adalah para staf mengenakan helm konstruksi dan peralatan keselamatan lainnya. Kemudian ketika makanan datang, anda akan menyadari bahwa untuk alasan tertentu hidangan yang disajikan lebih berat dibandingkan hidangan pada umumnya. Sesuatu sedang terjadi, namun anda tidak akan menghabiskan waktu untuk memikirkannya apalagi dengan makanan lezat yang akan anda santap.

Anda harus selalu siaga di Disaster Café, karena anda tidak akan pernah tahu kapan bencana akan terjadi. Bencana yang dimaksud disini adalah gempa berskala 7.8 yang mengguncang kedai kopi tersebut. Lampu mulai padam, wanita mulai berteriak, kursi, meja, dan hampir semua benda di ruangan mulai berguncang, dan tidak ada yang bisa anda lakukan kecuali menunggu hingga gempa berakhir dan berharap tidak ada hal buruk yang terjadi. Tidak seperti bencana gempa pada umumnya, gempa di Disaster Café tidak menimbulkan luka serius. Satu hal yang perlu anda ingat adalah jangan mengenakan pakaian terbaik anda karena tumpahan minuman dan makanan sangat umum terjadi di kedai ini. Hidangan yang berat akan mencegah makanan anda beterbangan dari meja, namun kecelakaan sering terjadi.

5. Café con Piernas (“Coffee with Legs”)

kedai kopi

Café con piernas (bahasa Spanyol yang berarti kopi dengan kaki) adalah sebuah kedai kopi terkenal di Chili dimana para staf pelayan wanitanya mengenakan pakaian yang terbuka. Kedai kopi dengan pelayan wanita yang mengenakan rok mini dan sepatu hak tinggi sambil melayani konsumennya memang terkenal sejak lama, namun bikini dan busana serupa memicu trend ini pada pertengahan tahun 90an. Kedai semacam ini berjumlah sangat banyak dan sangat terkenal di Santiago. Kedai semacam ini seringkali dinilai kontradiktif dengan budaya tradisional Chili yang cenderung konservatif. Umumnya, para wanita berjalan pada sebuah panggung di belakang bar untuk meminimalkan pandangan konsumen. Tidak semua kedai ini mempekerjakan wanita yang mengenakan bikini ataupun pakaian dalam; sebagian tetap bertahan dengan rok mini dan sepatu hak tinggi. Setiap café con piernas tidaklah senegatif yang disangka. Kedai ini hanya menyajikan kopi, dan tidak minuman beralkohol. Anehnya, kedai ini terisi penuh oleh para businessman sepanjang hari, tidak hanya seusai jam kerja atau saat jam makan siang.

6. Dumpster Cafes

kedai kopi

Ide untuk menikmati secangkir kopi dengan tempat pembuangan sampah di hadapan anda, terlebih membeli kopi tersebut dari sebuah kedai yang terbuat dari tempat sampah, mungkin bukanlah sesuatu yang mengundang selera anda. Namun, banyak orang akan berpendapat bahwa hasil karya FOUNDation Project tersebut sangat unik. Dengan membangun kedai kopi dan bar dari tempat sampah dan bahan-bahan bekas, FOUNDation Project menunjukkan bahwa masyarakat tetap dapat berfungsi secara normal bahkan dalam kondisi yang tidak ramah lingkungan.

Dikelola oleh Rikkert Paauw dan Jet van Zwieten, dua orang designer asal Belanda, FOUNDation Project secara spesifik didirikan untuk festival kecil di Utrecht. Ternyata ide tersebut dapat diterapkan dengan mudah di berbagai scenario dan kota. Sebagai tempat berkumpul para anggota komunitas, bar dan café FOUNDation Project menawarkan sesuatu yang tidak biasa dan selalu diingat.

7. Maid Café

kedai kopi

Maid café merupakan rumah makan cosplay yang umumnya ditemukan di Jepang. Di kedai-kedai ini, pelayan mengenakan kostum pelayan (maid) ala Jepang dan melayani konsumen seperti majikan di rumah pribadi, dan tidak seperti pengunjung kedai kopi pada umumnya. Maid café permanen pertama yang bernama Cure Maid Café didirikan di Akihabara, Tokyo, Jepang pada bulan Maret 2001. Namun maid café menjadi sangat popular dan oleh sebab itu para pengusaha menggunakan taktik yang tidak biasa untuk menarik pelanggan. Mereka juga telah memperluas usahanya ke luar negeri seperti Cina, Korea Selatan, Taiwan, Australia, Hungaria, Republik Ceko, Perancis, Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.

Maid café awalnya dirancang untuk memenuhi fantasi dari para otaku pria (penggemar anime, manga, dan video game). Imej maid yang digunakan di kedai-kedai ini sesuai dengan imej yang dipopulerkan dan dipuja pada berbagai seri manga dan anime.

Terdapat berbagai ritual dan layanan tambahan yang ditawarkan di maid café. Contohnya, maid akan berlutut di samping meja untuk mengaduk krim dan gula di dalam kopi konsumen, dan beberapa maid bahkan menyuapi konsumennya. Beberapa maid café juga menawarkan jasa seperti membersihkan telinga, kaki, lengan, dan pijat punggung (dengan syarat konsumen tetap mengenakan pakaiannya) dengan biaya tambahan. Konsumen juga bisa bermain kartu atau video game dengan para maid.

8. Wooden Stick Starbucks

kedai kopi

Di Fukuoka, Jepang, ada sebuah kedai kopi Starbucks yang berbeda dari yang anda pernah lihat. Starbucks tersebut, yang terletak di jalan utama ke kuil Shinto Dazaifu Tenmangu, didekorasi dengan 2,000 batang kayu yang dirangkai pada dinding dan atapnya!

9. Back to the Future Coffee Shop

kedai kopi

Jika kita sedang membicarakan cara untuk memperoleh perhatian konsumen, Wormhole Coffee Shop di Chicago inilah juaranya.

Menampilkan memorabilia dari film-film epic dan klasik, Wormhole Coffee Shop menjamin anda akan kembali bernostalgia dengan momen-momen mengagumkan yang anda alami bersama teman-teman anda di bioskop. Mulai dari Back to The Future hingga Star Wars, Wormhole Coffee Shop memiliki sejumlah memorabilia dari film-film favorit.

Pada bagian tengah dari kedai kopi ini terdapat DeLorean yang telah dimodifikasi oleh pemiliknya agar terlihat menyerupai mobil yang digunakan pada film Back to The Future.

10. Pay it Forward Coffee Shop

kedai kopi

Di South Carolina, terdapat sebuah kedai kopi dimana semua orang membayar minuman yang dibeli oleh orang lain. Hal ini serupa dengan film Pay It Forward.

Hal ini berawal pada tahun 2010 di Corner Perk, sebuah kedai kopi kecil yang dimiliki oleh Josh Cooke yang pada saat itu berusia 30 tahun, ketika seorang konsumen membayar tagihannya dan meninggalkan ekstra sebesar $100, dengan mengatakan bahwa ia ingin mentraktir semua orang yang memesan setelah dirinya sampai uang tersebut habis. Para staf memenuhi keinginannya, dan wanita tersebut, yang ingin agar namanya tidak disebarluaskan, telah kembali untuk meninggalkan donasi setiap dua atau tiga bulan.

Setelah beberapa lama, berita mengenai wanita dan kedai kopi tersebut mulai menyebar ke seluruh kota teluk kecil tersebut, yang dihuni oleh 12,000 orang penduduk. Sekarang, semakin banyak konsumen yang meninggalkan uang untuk membayar makanan dan minuman konsumen lain. Cooke berkata bahwa beberapa orang bahkan tidak membeli apapun ketika mereka datang; mereka hanya mampir untuk mendonasikan uang dan langsung pergi.

Comments

comments

 

 

Previous post:

Next post: