7 Fakta Mengerikan Tentang Makanan Cepat Saji

January 4, 2014

Tahun 1950-an mulai terjadi peningkatan permintaan untuk makanan cepat saji, karena terjadi kenaikan kesejahteraan pada keluarga dengan kedua pasangan yang berorientasi pada karir, dimana tidak ada yang ingin memasak makan malam setelah selesai bekerja yang melelahkan. Makanan cepat saji awalnya dipopulerkan oleh Amerika, kini untungnya atau mungkin sayangnya tersedia di seluruh dunia. Banyak yang menganggap makanan cepat saji sebagai makanan yang seolah-olah diproses dengan cepat, namun pada kenyataannya membawa dampak yang lebih banyak membahayakan tubuh dibanding manfaat baiknya. Sebagian besar bahan-bahan yang masuk ke persiapan makanan cepat saji adalah sesuatu yang tidak akan kita makan secara alami.

Makanan cepat saji banyak tersedia di mana-mana, terlihat sangat menarik, enak dan cocok dengan kehidupan serba cepat pada generasi saat ini sehingga menjadi cukup populer di kalangan konsumen. Berikut adalah 7 fakta mengerikan tentang makanan cepat saji yang sepertinya tetap akan gagal dalam menghentikan anda mengkonsumsi makanan tersebut, namun setidaknya dapat membantu anda membatasi konsumsinya.

1. Sejumlah masalah kesehatan telah dikaitkan dengan meningkatnya konsumsi makanan cepat saji berdasarkan informasi penting yang dikumpulkan oleh berbagai studi yang dilakukan oleh departemen pangan dan gizi. Makanan cepat saji telah dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, stroke dan gizi buruk di kalangan konsumen. Telah terbukti bahwa makanan cepat saji yang tinggi kadar lemak, menyebabkan kenaikan berat badan dan penyakit yang berhubungan dengan obesitas. Hal ini juga meningkatkan resistensi insulin yang dapat menyebabkan diabetes. Tambahkan juga ke dalam daftar yaitu penyakit sleep apnea, impotensi, tekanan darah tinggi, depresi, asma, PCOS, batu empedu, refluks, gangguan pencernaan dan masih banyak lagi.

makanan cepat saji

2. Jika anda lapar dan berencana untuk memesan ke salah satu restoran cepat saji yang mudah diakses di setiap tempat, maka sudah saatnya anda ingat pepatah ‘Lihat sebelum anda melompat’. Studi menunjukkan bahwa makanan cepat saji termasuk minuman soda dapat membuat anda lahap memakannya. Faktor-faktor makanan cepat saji yang mendorong makan menjadi berlebihan adalah rendah kandungan serat, sebagian besar makanan cepat saji memiliki aditif untuk membuat lezat, kalori tinggi yang dikemas dalam porsi kecil, tinggi kandungan lemak dan di samping itu memiliki kadar gula yang tinggi dalam bentuk cairan. Dengan masuk ke dalam restoran cepat saji ketika anda lapar, anda tidak hanya makan makanan yang tidak sehat saja, namun lebih dari itu.

makanan cepat saji

3. Berbeda dengan daging yang dimasak di rumah tradisional, daging olahan yang digunakan untuk hamburger, hot dog atau nugget berasal dari binatang yang berbeda. Mereka dibuat di pabrik-pabrik besar di mana daging dari hewan yang berbeda akan dikombinasikan. Daging untuk satu hamburger tunggal mungkin berasal dari hampir 100 hewan. Jadi mungkin saja ada satu hewan yang terinfeksi penyakit, maka akan menginfeksi semuanya.

makanan cepat saji

4. Salah satu kopi yang paling mahal yang dijual di restoran makanan cepat saji adalah Kopi Luwak. Saya tidak yakin berapa banyak dari anda yang mengetahui bahwa kopi tersebut dihasilkan dari kotoran luwak. Binatang ini memakan buah kopi matang yang terpilih dan sebagian dari buah ini dicerna untuk selanjutnya dikeluarkan dalam bentuk kotoran. Kotoran ini kemudian diproses dan dijadikan kopi luwak yang memakan biaya hampir $ 300 per kilogram. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa hampir 50% persen dispenser minuman yang terdapat di restoran cepat saji memiliki jejak-jejak bakteri fecal yang ada pada luwak, bagaimana hal itu terjadi masih menjadi misteri besar.

makanan cepat saji

5. Bagi Anda, yang suka milkshake strawberry harus mengetahui bahwa minuman tersebut tidak datang dengan manfaat gizi buah, melainkan mengandung hampir 50 bahan kimia yang berbeda, yang sebagian besar tidak sehat dan berbahaya, yang memberikan rasa strawberry. Yang lebih mengejutkan adalah produk minuman dan makanan yang berwarna pink, mungkin mengandung serangga Dactylopius Coccus Costa, yang dikeringkan dan digiling menjadi bubuk halus untuk digunakan dalam makanan olahan untuk memberikan rona merah muda atau ungu.

makanan cepat saji

6. Orang yang secara teratur mengkonsumsi makanan cepat saji akan menderita kekurangan gizi terutama Vitamin A, Vitamin C dan serat makanan. Asupan lemak dan kalori antara konsumen makanan cepat saji jauh lebih tinggi dibanding konsumsi nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Minuman ringan berkarbonasi, kentang goreng, nugget dan makanan tidak sehat lainnya bila dikonsumsi dalam jumlah besar, akan membatasi konsumsi makanan bernutrisi yang menyebabkan banyak efek negatif pada kesehatan.

makanan cepat saji

7. Baru-baru ini ada banyak kehebohan yang terjadi di Irlandia dan Britania Raya ketika daging sapi yang mereka konsumsi dicampur daging kuda dan babi. Beberapa daging sapi mengandung hampir 30% dari daging kuda. Beberapa chicken nugget memiliki sangat kurang daging ayam di dalamnya. Orang yang makan makanan yang digoreng tidak akan pernah menyadari bahwa mereka juga memakan dempul konyol. Bahan kimia Dimethylpolyiloxane, senyawa yang mencegah minyak goreng dari berbusa, adalah bahan pembuat dempul konyol tersebut. Asam Carmic yang digunakan dalam produksi daging seperti sosis, isian pie dan banyak lagi jenis makanan lain merupakan ekstrak dari tubuh kumbang yang dihancurkan. Produsen tidak terlalu peduli dengan rambut, bulu dan bahan-bahan yang tidak diinginkan lainnya dalam makanan cepat saji, karena mereka tidak harus menyatakan semua bahan yang terkandung dalam produksi resep itu, selanjutnya dalam produk akhir, sulit untuk dideteksi kandungan menyeramkan apa saja yang tidak diinginkan yang membuat makanan tersebut begitu lezat.

makanan cepat saji

Masih tertarik untuk mengkonsumsinya?

Comments

comments

 

 

Previous post:

Next post: