7 Keajaiban Dunia dari Jaman Kuno

March 5, 2014

Karya seni dan arsitektur yang mengagumkan yang dikenal sebagai 7 Keajaiban Dunia merupakan saksi dari keaslian, imajinasi dan kerja keras manusia. Namun, 7 Keajaiban Dunia juga merupakan pengingat bagi kapasitas manusia akan perbedaan pendapat, kehancuran, dan mungkin sesuatu yang berlebihan. Segera setelah para penulis menyusun daftar “Tujuh Keajaiban”, timbul perdebatan mengenai karya mana yang harus dimasukkan ke dalam daftar tersebut. Perdebatan ini pada akhirnya akan berujung pada manusia bersatu dengan kekuatan alam untuk menghancurkan seluruh keajaiban tersebut dan hanya menyisakan satu saja. Dan jika ini terjadi, terdapat kemungkinan seluruh keajaiban tersebut hancur tanpa sisa. Namun, ketujuh keajaiban tersebut tetap menjadi inspirasi dan dianggap sebagai hasil dari kreatifitas dan keahlian dari peradaban awal bumi.

1. Piramida Giza, Mesir

7 keajaiban dunia kuno

Piramid Agung, yang terletak di Giza pada bagian barat dari Sungai Nil, bagian utara Kairo, merupakan satu-satunya keajaiban dunia yang bertahan hingga hari ini. Ketiga piramida – Khufu (Cheops), Khafra (Chephren) dan Menkaura (Mycerimus) – dibangun diantara tahun 2700 hingga 2500 SM sebagai kuburan kaum bangsawan. Piramida terbesar dan paling mengagumkan adalah Khufu, dengan luas lebih dari 52.000 m2 dan diyakini terdiri lebih dari 2 juta balok batu yang memiliki berat 2 ton hingga 30 ton. Selama lebih dari 4000 tahun, Khufu bertahan sebagai bangunan tertinggi di dunia. Bahkan, manusia baru bisa mengalahkan rekor tersebut hingga abad ke-19. Yang mengagumkan, piramida yang berbentuk simetris tersebut dibangun tanpa bantuan peralatan survey modern. Para ilmuwan percaya bahwa orang Mesir menggunakan gulingan kayu dan bidang miring untuk memindahkan batu-batuan tersebut. Dinding curam piramida, yang dibangun dengan tujuan meniru pancaran mimic Ra, dewa matahari, awalnya dibangun sebagai anak tangga, dan kemudian diisi dengan batu kapur. Bagian dalam piramida terdiri dari koridor sempit dan ruang rahasia dirancang sedemikian rupa untuk menipu perampok makam. Meskipun arkeolog modern telah menemukan sejumlah harta karun diantara reruntuhan tersebut, mereka percaya bahwa hampir sebagian besar isi piramida tersebut dirampok dalam jangka waktu 250 tahun setelah piramida tersebut selesai dibangun.

2. Taman Gantung Babylonia

7 keajaiban dunia

Menurut puisi Yunani kuno, Taman Gantung Babylonia dibangun dekat sungai Efrat (yang dikenal sebagai Irak pada saat ini) oleh raja Nebuchadrezzar II dari Babylonia sekitar tahun 600 SM. Taman tersebut telah ditanam setinggi 75 m pada teras batu bata besar yang ditata menyerupai teater. Pada awalnya, raja berniat membangun taman tersebut untuk mengobati rasa rindu kekasihnya Amytis terhadap kampung halamannya yang indah di Media (saat ini dikenal dengan Iran). Para penulis kemudian mendeskripsikan bagaimana orang bisa berjalan di bawah taman yang indah tersebut, yang dibangun di atas kolom batu yang tinggi. Ilmuwan modern menyimpulkan bahwa supaya taman tersebut bertahan diperlukan sistem pengairan yang terdiri dari pompa, roda air, dan bak penampungan air untuk mengalirkan air dari sungai Efrat ke atas. Meskipun terdapat catatan di dalam literature Yunani dan Romawi, keduanya bukanlah catatan pertama, dan tidak ada kutipan mengenai taman tersebut di naskah Babylonia. Sehingga, banyak ilmuwan modern meyakini bahwa keberadaan taman tersebut merupakan bagian dari kisah fiksi yang telah dikenal luas.

3. Patung Zeus di Olympia

7 keajaiban dunia kuno

Patung Zeus yang terkenal diukir oleh pemahat asal Athena yang bernama Phidias dan diselesaikan kemudian ditempatkan di kuil Zeus di Olympia, lokasi olimpiade kuno, pada pertengahan abad ke-15 SM. Pada patung tersebut digambarkan sang dewa petir sedang duduk bertelanjang dada pada tahta kayu. Pada bagian sandaran tangan terdapat dua buah ukiran sphinx; mahluk mitos yang memiliki kepala dan dada seorang wanita, tubuh singa, dan sayap burung. Patung Zeus dipenuhi dengan hiasan emas dan gading. Dengan tinggi 40 kaki, patung tersebut hampir mengenai langit-langit kuil. Menurut legenda, Phidias meminta pertanda persetujuan dari Zeus setelah ia menyelesaikan patung tersebut; tak lama kemudian, kuil tersebut disambar petir. Patung Zeus menghiasi kuil Olympia selama lebih dari 8 abad sebelum akhirnya pendeta Kristiani membujuk kaisar Romawi untuk menutup kuil tersebut pada abad ke-4. Pada saat itu, patung Zeus dipindahkan ke sebuah kuil di Konstantinopel, dimana diyakini bahwa patung tersebut hancur karena kebakaran pada tahun 462.

4. Kuil Artemis di Efesus

7 keajaiban dunia

Sebenarnya terdapat lebih dari 1 kuil Artemis; sejumlah altar dan kuil hancur dan direstorasi di lokasi yang sama di Efesus, kota pelabuhan Yunani pada bagian Barat Turki. Hal yang mengagumkan dari seluruh bangunan ini adalah kuil marmer yang dibangun sekitar tahun 550 SM dan 350 SM. Kuil yang pertama dirancang oleh arsitek asal Cretan bernama Chersiphron dan anaknya Metagenes dan didekorasi oleh beberapa seniman terkenal pada masa tersebut. Bangunan tersebut terbakar pada 21 Juli 356 SM, pada malam dimana Alexander Agung dilahirkan, menurut legenda. Sekitar 6 tahun kemudian, kuil pengganti didirikan di lokasi yang sama. Kuil yang baru dikelilingi oleh anak tangga yang terbuat dari marmer menuju ke teras sepanjang 400 kaki. Di bagian dalam terdapat 127 kolom setinggi 60 kaki dan patung Artemis. Para arkeolog belum bisa menyepakati apakah bangunan tersebut memiliki atap terbuka atau tertutup oleh kayu. Kuil tersebut hancur oleh Ostrogoths pada tahun 262, dan baru pada tahun 1860 para arkeolog menggali reruntuhan kuil tersebut dengan menemukan kolom kuil tersebut di dasar sungai Cayster.

5. Mausoleum di Halicarnassus

keajaiban dunia

Terletak di daerah yang saat ini dikenal sebagai Turki Tenggara, Mausoleum Halicarnassus merupakan sebuah makam yang dibangun Artemisia untuk suaminya, Mausolus, raja Carnia di Asia Minor, setelah kematiannya pada tahun 353 SM. Mausolus merupakan kakak Artemisia, dan menurut legenda, Artemisia sangat terpukul setelah kematiannya hingga ia mencampur abu suaminya dengan air dan meminumnya untuk kemudian memerintahkan agar makam tersebut dibangun. Mausoleum tersebut dibangun seluruhnya oleh marmer putih dan diperkirakan mencapai ketinggian 135 kaki. Rancangan bangunan yang kompleks, terdiri dari tiga lapisan berbentuk segi empat, mungkin dibangun dengan mengadaptasi gaya arsitektur Lycian, Yunani, dan Mesir. Lapisan pertama terdiri dari dasar setinggi 60 kaki, kemudian pada bagian tengahnya terdiri dari 36 kolom dan atap berbentuk piramida. Bagian atas makam didekorasi oleh 4 orang pemahat, dan sebuah kereta dengan empat ekor kuda setinggi 20 kaki yang terbuat dari marmer. Sebagian besar Mausoleum tersebut hancur pada gempa bumi di abad ke-13 dan apa yang tersisa dari makam tersebut kemudian digunakan sebagai fondasi sebuah istana. Pada tahun 1846, bagian-bagian dari mausoleum tersebut dikeluarkan dari istana dan pada saat ini tersimpan di situs Halicarnassus, di London’s British Museum.

6. Colossus di Rhodes

keajaiban dunia

Colossus adalah sebuah patung perunggu dari dewa matahari Helios yang dibangun oleh kaum Rhodian selama 12 tahun pada abad ke-3 SM. Kota dimana patung tersebut dibangun merupakan sasaran dari serbuan bangsa Macedonia pada awal abad ke-4 SM, dan menurut legenda, kaum Rhodian menjual peralatan dan perlengkapan yang ditinggalkan oleh Macedonia untuk membiayai pembangunan Colossus. Colossus dirancang oleh pemahat bernama Chares, dan patung setinggi 100 kaki tersebut merupakan patung tertinggi pada masanya. Patung tersebut selesai sekitar tahun 280 SM, dan berdiri selama 60 tahun sebelum akhirnya tumbang karena gempa. Patung tersebut tidak pernah dibangun ulang. Ratusan tahun kemudian, bangsa Arab menyerang Rhodes dan menjual sisa-sisa dari patung tersebut. Karena kejadian ini, para arkeolog tidak memiliki banyak informasi mengenai lokasi sesungguhnya dari patung Colossus atau seperti apa bentuknya. Kebanyakan berpendapat bahwa patung tersebut merupakan gambaran dari dewa matahari yang berdiri telanjang dengan 1 tangan memegang obor dan tangan lain memegang tombak. Pernah juga diyakini bahwa patung tersebut berdiri dengan kaki pada bagian sisi pelabuhan, namun ilmuwan modern menyepakati bahwa kedua kakinya berdiri berhimpit untuk menunjang berat patung tersebut.

7. Mercu Suar Alexandria

7 keajaiban dunia kuno

Mercusuar Alexandria terletak di sebuah pulau kecil bernama Pharos dekat kota Alexandria. Dirancang oleh arsitek asal Yunani bernama Sostratos dan selesai sekitar tahun 270 SM. Pada masa kekuasaan Ptolemy II, mercusuar tersebut membantu perahu-perahu yang melewati sungai Nil keluar masuk pelabuhan kota yang sibuk. Arkeolog telah menemukan koin kuno di lokasi tempat mercusuar didirikan, dan mereka menyimpulkan bahwa bangunan tersebut terdiri dari 3 tingkat: lantai berbentuk kotak di bagian bawah, lantai bersegi 8 di bagian tengah, dan atap berbentuk silindris. Pada bagian atas berdiri sebuah patung setinggi 16 kaki, kemungkinan patung Ptolemy II atau Alexander Agung, dimana kota tersebut dinamai atas nama mereka. Meskipun ketinggian mercusuar tersebut berkisar antara 200 hingga 600 kaki, kebanyakan ilmuwan modern berpendapat bahwa ketinggiannya berkisar antara 380 kaki. Mercusuar tersebut hancur secara bertahap akibat rangkaian gempa dari tahun 956 hingga 1323. Peninggalan dari mercusuar tersebut ditemukan di dasar sungai Nil.

Comments

comments

 

 

Previous post:

Next post: