7 Langkah Kebahagiaan Dalam Hidup

May 23, 2013

kebahagiaan

Kita dapat memilih untuk menjadi orang bahagia atau tidak bahagia. Tidak perlu menyalahkan faktor eksternal karena kebahagiaan adalah suatu pilihan yang dapat diperoleh melalui beberapa langkah. Jika anda ingin memperoleh kebahagiaan, ada 7 langkah yang harus dipertimbangkan untuk anda lakukan:

“Kebahagiaan adalah seperti kupu-kupu, semakin anda mengejarnya, semakin ia menghindari kita. Tetapi jika anda mengubah fokus pada sesuatu yang lain, kebahagiaan akan datang dan bersandar di bahu anda,” kata penulis Henry David Thoreau.

Kita memiliki pilihan apakah kita ingin menjalani kehidupan yang bahagia atau tidak bahagia. Anda bisa terus mengejar kupu-kupu dan ia tidak akan pernah datang kepada anda, atau andabisa melakukan sesuatu yang lain dan ia akan datang kepada anda dengan sendirinya. Tapi bagaimana anda bisa membuat kebahagiaan datang kepada anda?

Penelitian menunjukkan bahwa untuk menjadi orang yang bahagia, dalam banyak kasus, didasarkan pada faktor genetik seseorang. Psikolog Prof Dr David T. Lykken, penulis ‘Happiness: Its Nature and Nurture’ berkata, “Mencoba untuk menjadi orang yang lebih bahagia seperti mencoba untuk menjadi orang yang lebih tinggi.” Ini berarti bahwa setiap dari kita memiliki batas kebahagiaan masing-masing.

Namun, beberapa psikolog yang telah mengamati kebahagiaan percaya bahwa anda bisa mengejar kebahagiaan sampai tingkat optimal. Anda bisa melakukannya dengan mengikat emosi negatif seperti: pesimis, kebencian, dendam, dan kemarahan. Anda juga dapat mengembangkan emosi positif seperti: empati, kedamaian, dan rasa syukur.

Berikut adalah 7 langkah yang dapat anda lakukan untuk menemukan kebahagiaan:

1. Jangan Khawatir, Pilihlah untuk Bahagia

Langkah pertama adalah dengan memilih secara sadar bahwa anda ingin mencapai kebahagiaan. Dalam buku ‘The Conquest of Happiness’, Bertrand Russell mengatakan, “Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang jatuh ke dalam mulut anda seperti buah yang matang. Kebahagiaan lebih dari sebuah prestasi sebagai bentuk hadiah dari Tuhan. Ini adalah kombinasi antara usaha internal dan eksternal kita.”

Baru-baru ini psikolog yang meneliti tentang kebahagiaan setuju dengan pendapat tersebut. Menjadi bahagia didasarkan pada kemauan dan komitmen untuk mencapainya. “Ini adalah pilihan yang didasarkan pada sikap dan perilaku”, kata mereka. Memutuskan bahwa menjadi bahagia adalah tujuan akhir anda. Kemudian menemukan cara untuk belajar tentang bagaimana untuk mencapainya. Misalnya, dengan memprogram ulang keyakinan dan nilai-nilai dalam diri anda, belajar tentang kemampuan manajemen diri, hubungan antar pribadi, dan mengembangkan kemampuan yang mendukung karir anda. Orang yang bahagia adalah orang yang melakukan sesuatu dengan benar dan mengembangkan nilai-nilai dalam dirinya. Psikolog percaya bahwa sekali kita menetapkan kebahagiaan sebagai tujuan utama anda, anda akan terus mencari strategi untuk mencapainya.

2. Bersyukurlah selalu

Dalam bukunya ‘Authentic Happiness’, psikolog Martin Seligman mendorong pembaca untuk bersyukur setiap hari. Kedengarannya mudah, tetapi ada banyak orang yang mengabaikannya. Buatlah daftar banyak hal yang membuat anda merasa bersyukur dan cobalah untuk bersyukur karenanya. Hal ini akan membuat orang menjauh dari kebencian dan putus asa dan merasa bahagia.

3. Memaafkan

Memelihara perilaku seperti balas dendam dan mengeluh dapat mempengaruhi psikologi dan kesehatan anda. Salah satu cara untuk menguranginya adalah dengan mengembangkan sikap pemaaf. Hal ini akan mengurangi jumlah kebencian dan dendam dalam diri anda. Dalam bukunya ‘Five Steps to Forgiveness’, psikolog Everett Worthington menunjukkan 5 langkah untuk bisa memaafkan. Pertama, ingat rasa sakit, kemudian berempati dan mencoba untuk memahami dengan membayangkan diri sebagai orang yang menyebabkan masalah. Kemudian bayangkan bahwa anda diampuni. Setelah itu berkomitmen untuk mengatakan bahwa anda menyesal. Akhirnya, cobalah untuk memaafkan, jangan memusatkan diri pada kemarahan, kesakitan, dan kemauan untuk membalas.

4. Mengurangi Pikiran dan Perasaan Negatif

Dalam bukunya ‘The Happiness Hipotesis’, Jonathan Haidt membandingkan pikiran kita dengan orang yang menunggang gajah. Gajah menunjukkan kekuatan pikiran dan perasaan kita (sebagian besar tidak sadar) yang mengendalikan tindakan kita.
Seseorang, meskipun lemah, dapat mengontrol gajah, persis seperti anda dapat mengendalikan pikiran dan perasaan negatif anda. “Kuncinya adalah komitmen dalam melakukan sesuatu untuk mengendalikan gajah,” katanya. “Ada banyak hal yang bisa anda lakukan, dan cara terbaik adalah dengan melakukannya.” Kadang-kadang perlu untuk belajar bagaimana mengurangi pikiran negatif, tapi kadang-kadang membaca buku tentang hal-hal positif dapat membantu anda.

5. Ingatlah Bahwa Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan

Penelitian menunjukkan bahwa setelah penghasilan anda naik di atas rata-rata, memiliki lebih banyak uang hanya dapat menambahkan sedikit saja kebahagiaan. Namun kita masih memegang asumsi bahwa meskipun hal-hal yang kita beli terbukti tidak bisa membawa kebahagiaan, kita selalu berpikir sebaliknya dan kita tidak mau mengakui bahwa mengejar kebahagiaan (dengan membeli barang-barang) adalah upaya sia-sia. “Tidak peduli bagaimana cara kita mengelola mendapatkan barang-barang yang kita inginkan, hal tersebut tidak selalu membawa kita kebahagiaan.”

6. Membina Persahabatan

Menurut David G. Myers, penulis buku ‘The Pursuit of Happiness’, ada beberapa obat penawar untuk ketidakbahagiaan. Sebuah penelitian di Australia menunjukkan bahwa orang berusia di atas 70 tahun yang memiliki persahabatan yang kuat dapat hidup lebih lama. “Sayangnya, kehidupan masyarakat kita saat ini lebih menjurus pada individualistis. Para ahli percaya bahwa individualisme dapat menyebabkan depresi, ketika jaringan sosial kita seharusnya mampu memberikan kita dukungan dalam masa-masa sulit, “katanya.

7. Ikuti Kegiatan yg Bermanfaat

Orang jarang merasa bahagia ketika mereka bergerak sesuai arus. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pikiran butuh tantangan untuk menyerap sesuatu yang bermakna. Meskipun menonton TV dapat membuat anda bahagia, namun hal ini dikategorikan ke level terendah kebahagiaan. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih bermakna kita harus melakukan sesuatu untuk itu, seperti membantu orang lain. Mungkin butuh investasi awal seperti perhatian, tetapi pada akhirnya akan membawa anda kebahagiaan.

Oleh karena itu, karena menjadi bahagia adalah sebuah pilihan, kita bisa memilih untuk menjadi bahagia atau tidak bahagia. Mana yang akan anda pilih?

Comments

comments

 

 

Previous post:

Next post: