Mirisnya Pendidikan di Indonesia

October 30, 2013

Indonesia sudah lebih dari 60 tahun merdeka, namun bagaimanakah nasib pendidikan di Indonesia saat ini? Rasa-rasanya belum terlalu baik, dengan anggaran Pemerintah untuk pembangunan pendidikan di Indonesia yang masih jauh dari harapan. Terbukti dengan masih banyak gedung sekolah yang tidak layak pakai atau anak-anak pedalaman yang bersekolah menempuh jarak puluhan km dengan berjalan kaki. Namun, yang membuat kita terharu, anak-anak tersebut menjalani itu semua dengan semangat yang tinggi, tanpa mengeluh. Hal-hal yang justru sering kita jumpai pada anak-anak sekolah di perkotaan dimana mereka sering mengeluh karena bangun pagi atau malas belajar.

Dibawah ini adalah beberapa foto yang mencerminkan masih mirisnya pembangunan pendidikan di Indonesia, dimana anak-anak harus menempuh medan yang sangat berat dan jauh untuk bisa sampai ke sekolah.

1. Bertelanjang Kaki

pendidikan

Jika dilihat kedua anak ini, mungkin terlintas dalam pikiran kita mengapa mereka menempuh perjalanan yang jauh ke sekolah justru dengan sepatu mereka dilepas. Pilihan ini terpaksa harus diambil mengingat mereka harus berhati-hati dalam menggunakan sepatu mereka, jika tidak ingin sepatu mereka cepat rusak. Bisa membeli sepatu baru kapan saja juga jelas bukan pilihan mereka. Oleh karenanya mereka memilih untuk bertelanjang kaki dengan sedikit menahan rasa sakit.

2. Menggunakan Perahu

pendidikan di indonesia

Bukan hanya daratan saja yang mereka lalui, namun kadang-kadang mereka harus menempuh perjalanan melewati sungai menggunakan perahu seperti foto kedua anak diatas. Belum adanya infrastruktur yang memadai di banyak daerah terpencil di Indonesia, mengharuskan perjalanan ditempuh melalui transportasi air.

3. Mempertaruhkan Nyawa

pendidikan

Mirisnya pendidikan di Indonesia juga terlihat pada foto diatas, dimana para pelajar di sebuah desa di Sumatera Barat harus menyebrang jembatan yang rusak setinggi 10 meter dengan cara menitinya perlahan-lahan. Anak ini jelas mempertaruhkan nyawanya karena di bawah jembatan ini adalah sungai dengan aliran air yang sangat deras. Oleh karenanya ia harus ekstra berhati-hati mengerahkan tenaga dan konsentrasinya agar bisa sampai di seberang. Kisah mengharukan ini telah dipublikasikan oleh salah satu media Inggris, Daily Mail.

4. Melintasi Jembatan Miring

pendidikan di indonesia

Jembatan yang terletak di desa Kangenan Madura dan sudah hampir runtuh ini, terpaksa harus tetap dilalui oleh anak-anak diatas karena ini adalah satu-satunya akses untuk dapat tiba di sekolah mereka. Bagaimana jika mereka sampai terpeleset atau jembatan itu betul-betul ambruk? Nyawa mereka betul-betul dipertaruhkan. Jangan dibandingkan dengan anak-anak sekolah di kota besar yang menggunakan mobil pribadi mereka di atas jembatan layang.

5. Berhimpitan

pendidikan

Beruntung jika anda atau anak-anak anda bisa bersekolah menggunakan kendaraan pribadi, entah itu motor atau mobil. Namun bagaimana dengan mereka yang berada di daerah-daerah dengan transportasi umum yang langka dan mahal. Keputusan untuk berdiri berdesak-desakan terpaksa mereka ambil, seperti tampak pada foto diatas dimana anak-anak ini melupakan kenyamanan di atas bak sebuah motor roda tiga agar bisa sampai ke sekolah. Panas dan keringat sudah menjadi konsumsi mereka sehari-hari demi mendapat pendidikan.

6. Fasilitas Seadanya

pendidikan di indonesia

Jika gedung sekolah ambruk atau terendam banjir, inilah salah satu yang dilakukan oleh para guru dan murid-muridnya agar pendidikan tetap bisa berjalan. Mereka belajar di tempat seadanya dengan fasilitas yang seadanya juga, termasuk papan tulis, seperti tampak pada gambar diatas. Dimana mungkin saat ini banyak anak-anak seusia mereka sedang mencatat pelajaran di sekolah menggunakan tab atau laptop. Atau para gurunya sedang menjelaskan materi dengan menggunakan proyektor. Patut diacungkan jempol untuk semangat belajar mereka.

7. Melintasi Jembatan Maut

pendidikan

Foto diatas tak kalah miris dan bahkan mengerikan, dimana para siswa ini harus super hati-hati ketika melintasi jembatan maut yang terletak di Lebak, Banten ini. Jika tidak, mereka bisa jatuh tercemplung ke sungai terbawa derasnya arus dan resiko yang paling buruk adalah tenggelam. Jembatan yang dijuluki ‘jembatan Indiana Jones’ ini ambrol setelah diterjang banjir beberapa waktu sebelumnya. Foto diatas beredar tak hanya di Indonesia namun juga sampai ke luar negeri, yang semakin mendiskreditkan kita mengenai masih mengkhawatirkannya pendidikan di Indonesia.

8. Belajar di Pengungsian

pendidikan

Tinggal di tempat pengungsian setelah tertimpa bencana alam adalah pilihan yang terpaksa harus diambil bagi sebagian besar warga. Kondisi di tempat pengungsian sangat menyedihkan. Termasuk juga bagi anak-anak yang masih mengenyam pendidikan, mereka terpaksa belajar di lokasi yang sama. Melupakan kenyamanan dengan berdesak-desakan bersama dengan pengungsi lain adalah pilihan terbaik agar tetap bisa melanjutkan proses belajar. Semoga mereka tetap bisa memahami pelajaran dengan baik.

9. Dinding Bambu yang Jebol

pendidikan di indonesia

Foto diatas hanya mewakilkan satu dari sekian banyak sekolah di Indonesia khususnya di kota-kota kecil atau pedalaman yang kondisinya serupa, dimana banyak bangunan sekolah yang sebetulnya sudah tidak layak pakai. Namun ketiadaan dana untuk merenovasi, membuat mereka tidak mempunyai pilihan selain belajar di tempat tersebut. Berbahagialah kita yang bisa bersekolah di gedung yang kokoh dengan berbagai macam fasilitas yang bagus di dalamnya.

10. Menyeberangi Sungai

pendidikan di indonesia

Foto diatas diambil di daerah Jorong Lambung Bukik, Sumatera Barat, dimana ketiga anak ini nekad menyeberangi sungai yang deras agar bisa sampai di sekolah. Perjuangan mereka tentu saja tidak berhenti ketika sampai di seberang, karena mereka harus berbasah-basahan melanjutkan sisa perjalanan, atau bahkan masih dalam keadaan basah ketika proses belajar berlangsung, sungguh suatu hal yang tidak nyaman. Hanya semangat yang bisa membuat mereka melakukan hal semacam ini.

Semoga dengan foto-foto diatas, membuat kita bersyukur bahwa kita atau anak-anak kita masih diberi kemudahan dalam mengecap pendidikan, dan sudah seharusnya juga rasa syukur itu kita manifestasikan menjadi semangat dan prestasi belajar yang baik.

Dan semoga juga, di masa-masa mendatang Pemerintah jauh lebih memberikan perhatian untuk perkembangan pendidikan di Indonesia. Bukankah negara yang maju dimulai dari pendidikan yang baik bagi para warganya?

Comments

comments

 

 

Previous post:

Next post: