Tempat Prostitusi Terkenal di Indonesia

March 10, 2014

Sebagai negara yang menganut budaya timur, tempat prostitusi di Indonesia memang tabu untuk dibicarakan. Tidak seperti negara-negara dengan budaya barat dimana tempat prostitusi diperbolehkan bahkan dilegalkan. Namun tetap saja, meskipun sebetulnya tidak diperkenankan, bisnis prostitusi di Indonesia berkembang dengan pesat mengingat permintaan konsumen yang cukup tinggi, khususnya di kota-kota besar.

Terlepas dari pro dan kontra bisnis prostitusi di Indonesia, di bawah ini adalah tempat prostitusi paling terkenal di Indonesia. Mau tahu? Namun hati-hati ya jika anda mengunjungi tempat ini jika belum mengetahui detil resikonya.

1. Kramat Tunggak – Jakarta

tempat prostitusi

Di wilayah Jakarta Utara tepatnya di kawasan Kali Jodoh terdapat sebuah tempat prostitusi yang dinamakan Kramat Tunggak. Tempat ini pada awalnya bernama Lokasi Rehabilitasi Sosial Kramat Tunggak, dan diresmikan oleh Ali Sadikin, Gubernur Jakarta waktu itu. Memang pada masa pemerintahan Ali Sadikin, ia banyak melegalkan tempat-tempat hiburan dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi kota Jakarta, meskipun tentu saja banyak mendapatkan protes dari sebagian warga dan ulama.

Saat itu hanya terdapat sekitar 200 Pekerja Seks Komersial (PSK) bersama kurang lebih 60 germonya saja di sini. Seiring waktu jumlah tersebut terus bertambah dan menjadi salah satu tempat prostitusi yang dikenal se-Asia Tenggara. Di era 80-90 an, tempat yang menempati tanah seluas 11 hektar ini telah memiliki 2000 PSK dan lebih dari 200 orang germo yang terdaftar. Para PSK ini kebanyakan berasal dari daerah pantura seperti Subang dan Indramayu.

2. Saritem – Bandung

tempat prostitusi

Bagi warga Bandung, siapa yang tidak mengenal kawasan Saritem, tempat prostitusi paling terkenal, sekaligus menjadi tempat prostitusi paling tua yang ada di kota Bandung? Saritem didirikan pada akhir abad 19 seiring dengan proyek pembangunan rel kereta api di masa pemerintahan Belanda.

Lokasi yang terletak di antara jalan Gardujati dan Astana Anyar ini, sudah seringkali diguncang isu penutupan, baik oleh pemerintah daerah maupun warga setempat. Namun meskipun sudah berkali-kali ditutup bahkan sampai didirikan pesantren di dekatnya, Saritem tetap saja menggeliat kembali seiring pertumbuhan kota Bandung, seolah-olah ingin menandakan bahwa bisnis kepuasan seks tidak akan pernah mati.

Sebetulnya jika Saritem betul-betul niat untuk ditutup, maka pasti tempat tersebut sudah tutup sejak lama. Mungkin karena aktivitas di tempat prostitusi cukup menggerakkan ekonomi warga setempat dan juga pemasukan bagi pemerintah daerah, membuat isu penutupan Saritem menjadi tarik ulur.

3. Limusnunggal Cileungsi – Bogor

tempat prostitusi

Bogor juga tak luput dari orang-orang yang mencari kepuasan seksual, ditambah dengan kondisi malam hari yang dingin disana, menambah suasana bagi para penikmat kehidupan malam. Entahlah, tapi yang pasti di kota ini terdapat tempat prostitusi terkenal yang bernama Limusnunggal, yang terletak di daerah Cileungsi. Tempat ini menempati lahan yang cukup luas, yaitu sekitar lima blok dengan jumlah bangunan mencapai 250 unit.

Sebetulnya sejak tahun 2009 lalu, daerah Limusnunggal sudah berkali-kali ditertibkan oleh pemerintah Bogor, namun tempat prostitusi ini selalu dapat hidup kembali. Mungkin karena tidak adanya niat untuk benar-benar ditutup sehingga prostitusi di tempat ini selalu muncul dan muncul lagi. Padahal di tempat ini akan dibangun sekolah. Ironis sekali jika sampai gedung sekolah berdampingan dengan tempat prostitusi.

Sama halnya dengan kota Jakarta, para PSK disini kebanyakan adalah pendatang.

4. Gang Sadar I & II – Purwokerto

tempat prostitusi

Tak ketinggalan Purwokerto, ikut menjadi kota di Indonesia yang dikenal dengan kehidupan prostitusinya. Lokasinya terletak di sebuah gang yang cukup sempit dengan lebar kurang lebih 1 meter dekat tempat wisata Baturaden, dimana orang-orang mengenalnya dengan nama Gang Sadar. Seolah-olah ingin melegalkan prostitusi di tempat ini, banyak bangunan penginapan dan kos-kosan didirikan agar para konsumen dapat menikmati dengan santai kehidupan malam mereka. Apalagi ditambah dengan suasana Baturaden yang dingin, semakin membuat tempat ini menjadi hangat.

Bangunan kos-kosan tersebut menghiasi gang sempit ini di kiri dan kanan sampai dengan ujung gang, dimana para PSK pun tinggal di tempat ini.

5. Dadap – Tangerang

tempat prostitusi

Kota Tangerang, ikut menjadi saksi perkembangan ekonomi dengan kehidupan malamnya. Adalah Dadap, sebuah tempat prostitusi yang terletak di kabupaten Tangerang, tepatnya di kecamatan Kosambi. Lokasinya berada di sebelah kiri dan kanan jalan menuju tempat Krematorium Dadap. Anda bisa menemukan para PSK ini diatas jam 7 malam, dimana mereka dengan dandanan dan tampilan yang menggoda sudah duduk berbaris di sepanjang jalan tersebut menunggu tamunya datang.

6. Sintai – Batam

tempat prostitusi

Batam, pulau yang berada dekat dengan negara Singapura ini merupakan salah satu pulau dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Seiring dengan kemajuan pulau ini, bisnis kehidupan malam pun berkembang dengan pesat, salah satunya adalah lokalisasi Sintai yang menjadi tempat prostitusi terbesar di pulau Batam.

Para PSK yang berada di tempat ini sangat bervariasi mulai dari lokal, luar pulau sampai dengan mancanegara dapat anda temui disini. Tingginya transaksi kehidupan malam di kota Sintai, yang juga mendapat julukan kota seks, membuat pemerintah daerah mengenakan pajak penghasilan 10% terhadap para PSK tersebut.

7. Jl.Pajajaran – Malang

tempat prostitusi

Satu lagi kota dengan hawa dinginnya di malam hari, yaitu Malang, juga tak ketinggalan dengan bisnis kehidupan malamnya. Salah satu tempat prostitusi yang terkenal berada di Jalan Pajajaran. Dahulu, anda dapat melihat para PSK mulai menawarkan diri di sepanjang jalan ini diatas jam 7 malam sampai dengan dini hari. Namun saat ini seiring dengan pertumbuhan kota Malang, kemunculan para PSK tersebut menjadi semakin malam. Selain itu bukan para PSK saja yang berada di tempat ini, melainkan banyak juga gadis-gadis dengan latar belakang keluarga yang hancur ataupun para pencari seks bebas ikut menjajakan diri disini.

8. Sarkem – Jogja

tempat prostitusi

Jika anda mengunjungi kota Jogja, pasti yang pertama ada di benak anda adalah daerah Malioboro. Namun ternyata tidak bagi mereka yang mencari kenikmatan malam, karena mereka lebih mengenal Sarkem (singkatan dari Pasar Kembang) yang berlokasi di pusat kota Jogja. Tampat prostitusi ini pun merupakan salah satu yang tertua di Indonesia dan sudah berdiri sejak masa penjajahan Belanda. Konon pada masa itu Sarkem menjadi tempat selir-selir keraton.

9. Sunan Kuning – Semarang

tempat prostitusi

Semarang pun tak luput dengan bisnis kehidupan malamnya. Disini terdapat tempat favorit para pencari seks bebas, yaitu Sunan Kuning. Tempat prostitusi ini berada di antara pelabuhan Tanjung Mas dan bandara Ahmad Yani. Para PSK yang ada disini sangat beragam, mulai dari yang masih belasan tahun sampai dengan yang sudah diatas 40 tahun, dapat anda jumpai disini.

10. Gang Dolly – Surabaya

tempat prostitusi

Inilah tempat prostitusi primadona di Indonesia saat ini, yaitu Gang Dolly. Dikatakan tempat prostitusi ini bukan saja yang terbesar di Indonesia, melainkan se-Asia Tenggara mengalahkan Geylang di Singapura dan Patpong di Thailang.

Nama Dolly berasal dari seorang wanita Belanda bernama Dolly van Der Mart. Tante Dolly biasa dulu orang memanggilnya, adalah pendiri dan pengelola tempat prostitusi ini ketika jaman Belanda dahulu. Jadi tempat prostitusi ini adalah salah satu yang tertua di Indonesia.

Saat ini disini ada lebih dari 900 bangunan untuk para pencari seks bebas memuaskan hasratnya, baik itu yang berupa rumah, wisma maupun hotel, dengan lebih dari 9000 PSK yang terdaftar. Disamping itu banyak terdapat juga cafe dan panti pijat plus-plus, yang semakin menambah suasana malam di tempat ini.

Kehidupan malam disini betul-betul telah menggerakkan perekonomian warga setempat dan pemerintah daerah, sehingga wacana penutupan lokalisasi ini pun belum pernah terealisasi dengan sungguh-sungguh.

Comments

comments

 

 

Previous post:

Next post: